Niat Bayar Zakat Fitrah dan Ketentuan Dalam Menunaikannya

Niat bayar zakat fitrah mesti diketahui seluruh umat Islam. Hal ini diakibatkan karena menunaikan zakat fitrah ialah amalan wajib untuk seluruh umat muslim tanpa terkecuali. Bahkan anak kecil pun mesti menunaikannya.

Niat bayar zakat fitrah sangat urgen dalam membayar amalan ini. Apalagi zakat fitrah anak kecil yang belum tau apa-apa seringkali diwakilkan oleh orang tuanya. Maka dari tersebut niat bayar zakat fitrah menjadi urgen untuk memahami barang atau dana yang dijadikan zakat fitrah itu diniatkan guna siapa.

Sebagai di antara rukun islam, zakat menjadi kewajiban untuk semua umat muslim. Apalagi membayar zakat fitrah yang adalahamalan wajib sesudah berpuasa dan sebelum Hari Raya Idul Fitri.

 

Ketentuan Zakat Fitrah

Dalam hadits yang diriwayatkan oleh Muttafaq ‘alaih (Imam Bukhori dan Imam Muslim), dilafalkan bahwa:

“Dari Ibnu Umar radliyallahu ‘anhu berkata, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam telah mengharuskan untuk zakat fitrah sejumlah satu sha’ kurma atau satu sha’ gandum, baik tersebut kepada budak, orang merdeka, orang laki-laki, orang perempuan, anak kecil serta orang dewasa yang dari kalangan muslim. Dan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menyuruh zakat itu untuk dibayar sebelum orang-orang terbit untuk menggarap sholat idul fitri”.

Sedangkan guna besarnya zakat fitrah sendiri laksana yang telah dilafalkan pada hadits di atas ialah 1 sha’ kurma atau gandum. Bila dikonversikan kedalam kilogram berarti 2,5 kg dan bila dikonversikan dalam satuan liter berarti 3,5 liter. Takaran ini jangan kurang, tetapi bila lebih diperbolehkan.

Dengan peraturan zakat fitrah yang dicocokkan dengan makanan pokok di lokasi yang bersangkutan. Karena di Indonesia dipakai Nasi atau beras, jadi anda harus membayarkan beras sebagai zakat fitrah sejumlah 2,5 kg.

 

Orang-Orang yang Wajib Mengeluarkan Zakat Fitrah

  1. Beragama Islam
  2. Memiliki harta yang lebih guna diri sendiri dan orang-orang yang ditanggung guna satu hari siang di bulan puasa dan malam hari raya
  3. Masih hidup hingga akhir Ramadan dan mula Syawal. Bagi bayi yang baru bermunculan pada malam tanggal 1 Syawal tidak wajib menerbitkan zakat fitrah

 

Orang-Orang yang Berhak Menerima Zakat Fitrah

Orang-orang yang berhak menerima zakat fitrah sudah diterangkan dan ditegaskan oleh Allah SWT pada Al-Quran surat At Taubah ayat 60. Di surat tersebut dilafalkan bahwa orang orang yang berhak menerima zakat fitrah merupakan:

  1. Orang fakir
  2. Orang miskin
  3. Pengurus zakat atau amil
  4. Mualaf
  5. Budak
  6. Orang yang tengah terbelit hutang
  7. Orang yang berusaha di jalan Allah
  8. Orang yang sedang mengerjakan perjalanan jauh, dimana perjalanannya ini bukanlah perjalanan maksiat

Orang-orang yang berhak menerima zakat fitrah tersebut pun disebut sebagai mustahiq. Cara menunaikan zakat fitrah lumayan langsung datang mendatangi orang orang yang berhak menerimanya atau dengan membyarakannya melewati amil zakat. Biasanya di masjid-masjid disediakan amil zakat guna menerima zakat eksklusif zakat fitrah ketika masa akhir bulan Ramadan sebelum Hari Raya Idul Fitri. Tetapi kamu pun harus memahami bahwa terdapat dua kelompok yang tidak diizinkan menerima zakat, yakni anak cucu atau family Nabi Muhammad SAW serta family orang yang berzakat, laksana kakek, bapak, istri, anak, cucu dan beda sebagainya.

 

Niat Bayar Zakat Fitrah

Niat bayar zakat fitrah dipecah menurut setiap orang yang bakal menunaikannya. Zakat fitrah sendiri boleh diwakilkan, urusan ini diakibatkan karena anak bayi belum memahami tentang urusan ini, sebenarnya seluruh umat muslim mesti menunaikannya. Biasanya anak-anak kecil yang belum memahami tentang zakat fitrah ini bakal dibayarkan oleh orang tuanya. Banyak pun yang membayarkan zakat fitrah sekaligus satu keluarga supaya melunaskan keharusan seluruh keluarga.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *